perbedaan akuntansi nasional dan akuntansi internasional & laporan keuangan sebelum IFRS dan sesudah IFRS

PERBEDAAN ANTARA AKUNTANSI INTERNASIONAL – NASIONAL

1. PELAPORAN UNTUK MNC/MNE (MULTI NASIONAL CORPORATION)
2. BATAS NEGARA
3. PELAPORAN UNTUK PIHAK LAIN DI NEGARA YANG BERBEDA
4. PERPAJAKAN INTERNASIONAL
5. TRANSAKSI INTERNASIONAL

CONTOH LAPORAN KEUANGAN YANG BELUM DAN SUDAH DI IFRS

Dengan dilakukannya adopsi PSAK ke IFRS maka :
1. Mengurangi peran dari badan otoritas dan panduan terbatas pada industri-industri spesifik.
2. Pendekatan terbesar pada subtansi atas transaksi dan evaluasi dimana merefleksikan realitas ekonomi yang ada.
3. Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional.
4. Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
5. Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
6. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.

III. TUJUAN ADOPSO IFRS
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

IV. MANFAAT ADOPSI IFRS

Penggunaan standar akuntansi internasional di Indonesia dalam pelaporan keuangan memiliki beberapa manfaat seperti :

1. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan yang menekankan pada principle based dalam penyusunannya dan professional judgment
2. Penggunaan standar akuntansi keuangan dapat meningkatkan keakuratan dalam menilai performa perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan. Asbaugh dan Pincus (2001) menyatakan bahwa keakuratan analisis yang dilakukan oleh analis keuangan meningkat setelah perusahaan mengadopsi/menggunakan standard akuntansi internasional (IFRS). Menurut Asbaugh dan Pincus (2001) meningkatnya keakuratan analisis dari para analis keuangan disebabkan karena standar akuntansi internasional mensyaratkan pengungkapan kondisi keuangan yang lebih rinci daripada standar akuntansi lokal.
3. Dengan penggunaan standar akuntansi internasional dimungkinkannya perbandingan antar perusahaan yang berdomisili pada dua tempat yang berbeda (contoh: membandingkan perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan yang beroperasi di Australia). Hal ini dimungkinkan karena kesamaan aturan dan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan sehingga memudahkan dilakukan perbandingan informasi-informasi keuangan diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.
4. Menurunkan biaya modal melalui pasar modal global.
Dengan semakin banyaknya informasi keuangan yang diungkapkan dalam laporan keuangan dan adanya komparabilitas antara laporan keuangan perusahan satu dengan perusahaan lainnya dapat menyebabkan turunnya biaya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan/investor (Li, 2008).
5. Meningkatkan komprabilitas pelaporan keuangan untuk perbandingan para investor dalam menilai laporan keuangan perusahaan. Konvergensi PSAK dengan IFRS dapat membawa manfaat bagi iklim investasi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kemudahaan para investor untuk membandingkan informasi-informasi keuangan dari perusahaan di Indonesia dengan perusahaan di negara lain. Lebih lanjut lagi analisis-analisis yang dilakukan oleh para pakar keuangan terhadap informasi keuangan perusahaan Indonesia dapat lebih akurat sehingga dapat mengurangi keraguan investor akan kekeliruan pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan para analis.
6. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional.
Dengan diterapkannya IFRS perusahaan tidak perlu mendatangkan analis untuk mentranslate laporan keuangannya kepada investor luar.
7. Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
8. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management.

V. DAMPAK ADOPSI IFRS DI INDONESIA TERHADAP KUALITAS PENYAJIAN PELAPORAN KEUANGAN

Beberapa dampak yang terjadi atas adopsi IFRS terhadap kualitas penyajian Pelaporan Keuangan diantaranya :
1. Perubahan konsep dari rule based ke principle based
Principle based mengandung makna bahwa standart akuntansi tidak bersifat ketat atau rigid, melainkan hanya memberikan prinsip-prinsip umum standar akuntansi yang harus diikuti untuk memastikan pencapaian kualitas informasi tertentu yang relevan, dapat diperbandingkan dan objektif, sedangkan rule based mengandung makna bahwa untuk mencapai kualitas informasi tertentu yang relevan, dapat diperbandingkan, dan objektif, standar akuntansi harus bersifat ketat dan rigid.

2. Peran Profesional Judgement lebih dibutuhkan

Peralihan menuju principle based standar mempunyai arti standar akuntansi yang akan kita gunakan menjadi lebih bersifat fleksibel karena aturan-aturan yang detail sudah disederhanakan kedalam beberapa prinsip-prinsip dasar saja. Fleksibilitas dari IFRS inilah yang menjadikan peran professional judgement lebih dibutuhkan baik dalam hal mempersiapkan laporan keuangan maupun dalam hal pengauditan. Dan hal terpenting yang harus kita lakukan adalah bahwa semua dokumen serta proses Profesional Judgement itu harus didokumentasikan.

3. Penggunaan Fair Value Accounting

Fair value bukanlah nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan. Nilai adalah nilai yang wajar mencerminkan kualitas kredit suatu instrumen. Sehingga dengan adanya fair value accounting maka penyajian atas pelaporan keuangan untuk nilai aset dan instrumen keuangan tercatat pada nilai sebenarnya atau wajar sesuai dengan kondisi pasar. Sehingga kualitas yang dihasilkan atas laporan keuangan menjadi dapat diandalkan.

4. Keterlibatan pihak ketiga dalam penyusunan laporan keuangan

Dengan adanya konvergensi IFRS, menyebabkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penilaian dan pengukuran menjadi penting, sehingga kebutuhan atas adanya pihak ketiga didalam penyusunan laporan keuangan sangat besar. Karena laporan keuangan mewajibkan untuk diungkapkan secara menyeluruh agar transparansi menjadi suatu hal penting bagi pengguna laporan keuangan.

Adapun Perbedaan dalam pengungkapan dan penyajian Laporan Keuangan sebelum dan sesudah Adopsi IFRS di Indonesia Adalah :

PENGUNGKAPAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
NO
PERBEDAAN
IFRS
PSAK
1
Komponen Laporan keuangan
· Laporan Posisi keuangan
· Laporan laba rugi komprehensif
· Laporan perubahan ekuitas
· Laporan arus kas
· CALK
· NERACA
· Laporan Laba Rugi
· Laporan perubahan ekuitas
· Laporan arus kas
· CALK
2
Pengungkapan dalam laporan posisi keuangan
Berbasis IFRS
ASET:
Tidak Lancar

Asset lancer
EKUITAS
Ekuitas yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk

Hak non pengendali

Laibilitas

Labilitas jangka panjang

Labilitas jangka pendek

Berdasarkan PSAK
Asset :
Aset lancar

Asset tidak lancar
Laibilitas
Laibilitas jangka pendek

Laibilitas jangka panjang

Ekuitas

Hak non pengendali

Ekuitas yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk

3
Istilah minority interest
Istilah minority interest (hak minoritas )diganti menjadi non controlling interest (hak non pengendali)dan disajikan dalam laporan perubahn ekuitas
Menggunakan istilah hak minoritas
4
Pos luar biasa
Tidak menggunakan istilah pos luar biasa
Menggunakan istilah pos luar biasa
5
Penyajian liabilitas jangka panjang yang akan dibiayai kembali
Liabilitas jangka panjang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan meskipun pembiayaan kembali sudah selesai setelah periode pelaporan dan sebelum penerbitan laporan keuangan
Tetap disajikan sebagai laibilitas jangka panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s