TUGAS 4 PERBANDINGAN ANTARA IFRS DENGAN PSAK

Nama Kelompok 8 (Jepang):
1. Dwi Fatmasari
2. Khaerunnisa
3. Purba Claudia
4. Ria Setiani
5. Wulandari
Kelas : 4eb04
TUGAS 4
PERBANDINGAN ANTARA IFRS DENGAN PSAK
Semakin derasnya arus globalisasi yang menghilangkan batas batas geografis dalam kegiatan perekonomian telah menuntut adanya sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang seragam dan dapat diterima di berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama IFRS (International Financial reporting standar) sebagai suatu pakem umum dalam usaha harmonisasi standar akuntansi keuangan. Dengan adanya suatu standar yang diterima secara internasional, diharapkan keterbandingan laporan keuangan antar negara menjadi lebih tinggi.
Indonesia, sebagai suatu negara berkembang pun tidak ketinggalan dalam mengadopsi IFRS. Adopsi PSAK ke IFRS pun semakin menggaung ketika IAI mencanangkan konvergensi penuh IFRS ke PSAK pada tahun 2012. Diharapkan, dengan adanya konvergensi ini dapat memudahan pemahaman terhadap laporan keuangan yang dikenal secara internasional serta dapat meningkatkan arus investasi
Proses konvergensi IFRS di Indonesia terbagi atas tiga tahap, yaitu:
1. Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)
2. Tahap persiapan (Tahun 2011)
3. Tahap implementasi (2012)
Dalam tahap konvergensi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti perlunya penyesuaian standar internasional terhadap aspek hukum di Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan, kesiapan sumber daya manusia yang belum matang, serta masalah keberadaan lembaga standar akuntansi Indonesia yang belum independen.

Perbedaan IFRS dengan PSAK 16
Aktiva Tetap (IAS 16: PSAK 16 REV 2007)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek Konvergensi
1
Penilaian Aktiva
Penerapan prinsip nilai wajar dalam penilaian Asset. Aktiva dapat diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu model revaluasi dan model harga perolehan
Sama dengan IFRS.
Penggunaan jasa independent akan berkembang untuk asset yang tidak dapat diukur nilai pasarnya
2
Selisih akibat revaluasi
Nilai selisih akibat adanya revaluasi disajikan dalam laporan laba rugi dan ekuitas
Sama dengan IFRS
Harus dilakukan penyesuaian terhadap aturan perpajakan terkait pengenaan pajak (PMK 79/2008), seperti terhadap selisih lebih revaluasi dan perolehan ijin untuk melakukan revaluasi.
3
Metode penyusutan
Metode penyusutan yang digunakan harus ditelaah secara periodik. Koreksi akibat penelaahan ini akan diperlakukan sesuai dengan IAS 8. Dimungkinkan juga perubahan terhadap metode penyusutan jia dalam hasil review terdapat perubahan signifikan dengan pola pemanfaatan ekonomi yang diharapkan dari aktiva tersebut.
Sama dengan IFRS, dengan penyesuaian sesuai dengan PSAK 25
Perlunya penyesuaian terhadap peraturan permohonan ijin terhadap Ditjen Pajak untuk melakukan perubahan metode penyusutan.
4.
Nilai residu
Manajemen harus melakukan review atas nilai residu dan masa manfaat aktiva setiap tahun. Jika terdapat perubahan, maka disesuaikan dengan menggunakan IAS 8
Sama dengan IFRS, dengan penyesuaian sesuai dengan PSAK 25

Kesimpulan :
Penetapan IFRS sebagai standar internasional dalam pelaporan keuangan bertujuan untuk memudahkan penulisan dan pelaporan keuangan bagi para investor. Dengan adanya standar yang berlaku secara global mengakibatkan perusahaan tidak perlu mengganti standar pelaporan perusahaan agar dapat dimengerti oleh investor yang mungkin berasal dari berbagai negara. Dengan satu standar internasional juga dapat mengurangi biaya yang timbul dari konvergensi atau penyesuaian laporan keuangan yang dibuat.
Di indonesia standar yang digunakan perusahaan atau organisasi bisnis untuk membuat laporan keuangan adalah PSAK. Sekarang ini dengan adanya perkembangan IFRS sebagai standar baru mengakibatkan diadopsinya standar IFRS kedalam standar PSAK. Adopsi IFRS ke dalam PSAK tidak dilakukan secara langsung tetapi secara bertahap yang memunculkan beberapa perbedaan antara IFRS dan PSAK. Adanya perbedaaan tersebut bukan berarti IFRS tidak berlaku di Indonesia ataupun sebaliknya. Akan tetapi, standar yang tetap berlaku di Indonesia adalah PSAK sehingga pelaporan keuangan tetap arus mengikuti standar PSAK ini.
Daftar Pustaka
Purba, Marisi P, IFRS Konvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta,2010
Deloitte Publication, IFRS and Indonesian GAAP A Comparison (Jan 2007)
Delioite Publication, IFRS Model Financial Statement, 2010
KPMG Publication, IFRS compared to Indonesian GAAP
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
https://rogonyowosukmo.wordpress.com
http://wonkcrb.blogspot.com/2011/03/sedikit-tentangproseskonvergensi-psak.html
Elraihany.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s