NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Orang pribadi yang wajib memiliki NPWP yaitu:

Orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
Orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, yang memperoleh penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun adalah :

Wajib Pajak sendiri: Rp 15.840.000,-
Wajib Pajak kawin: Rp 17.160.000,-
Wajib Pajak kawin & memiliki 1 tanggungan: Rp 18.480.000,-
Wajib Pajak kawin & memiliki 2 tanggungan: Rp 19.800.000,-
Wajib Pajak kawin & memiliki 3 tanggungan: Rp 21.120.000,-
Contoh: Budi (statusnya sendiri) karyawan di PT A dan memiliki penghasilan setiap bulannya Rp 2 juta atau Rp 24 Juta setahun. Dengan demikian Budi wajib memiliki NPWP.

Kemudian, berikut adalah manfaat memiliki NPWP:

Kemudahan Pengurusan Administrasi:
Pengajuan kredit bank.
Pembuatan Rekening koran di bank.
Pengajuan SIUP/TDP.
Pembayaran pajak final (PPh Final, PPN, BPHTB, dll).
Pembuatan paspor.
Keikutsertaan dalam lelang di instansi pemerintah, BUMN dan BUMD.
Kemudahan pelayanan perpajakan :
Pengambilan pajak.
Pengurangan pembayaran pajak.
Penyetoran dan pelaporan pajak.
NPWP dapat dihapuskan hanya bila Wajib Pajak tersebut sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif atau subjektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, misalnya bila Wajib Pajak meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan, atau meninggalkan warisan tetapi sudah terbagi habis kepada ahli warisnya. Contoh lain adalah Wajib Pajak tidak lagi memperoleh penghasilan atau memperoleh penghasilan tetapi di bawah PTKP.

Sanksi yang dikenakan kepada setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP adalah dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Sumber: Buku Direktorat Jenderal Pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s