cerpen horor

maaf ya kalau berantakan
semoga kalian suka

Hari terburuk dalam sejarah kami
Hari yang tak pernah kami inginkan
Tapi akhirnya Hari itu datang juga

“Dia sakit radang otak ,aku kemarin ke rumahnya tapi dia menolak untuk bertemu denganku,kata kakaknya ia sedang ingin sendiri dulu.”
Alvin menjelaskan hal ini padaku dengan hati-hati. Ia tak mau aku kaget.
Tapi gagal , aku sangat kaget. Aku tak tau kalau Rio mengidap Radang otak,
Ya Tuhan mengapa hal ini menimpa Rio? Mengapa penyakit ini menipa seorang sahabat kami yang baik , penuh cinta dan peduli seperti dia? Mengapa Tuhan?
Pertanyaan it mulai membentur di kepalaku , sungguh tak pecaya rasanya.

Berita ini mejelaskan tentang tinkah laku Rio yg aneh belakangan ini.Dia tidak mau betemu maupun berbicara denganku..Aku mengira bhwa ini karena cekcock di antara kami waktu itu.Aku tak perah berpikir tentang hal ini.Bagaimana bisa ia tak pernah memberitahu kami tentang apa yang terjadi.
Kami berlima Rio,Alvin,Deva,Ozy,dan aku adalah sahabat sejak kecil.
Kami melakukan sesuatu yang konyol, Kami bahkan sepeti saudara, bahkan persahabatan kai adalah sgalanya.Kami tak terpisahkan.

“Kka… kka… cakka kamu masih disitu kan?”Tanya Alvin.Suaranya menyadarkanku kembali.
“iya iya aku masih disini”jawabku.
Lalu menjelaskan agarkita semua menerima keputusan rio untuk membiarkannya sendiri dulu.

Mohon Tuhan Beri aku kekuatan kekuatan untuk menatap matanya
Handphoneku berbunyi, di layar tertulis Ozy calling
Aku pun segera mengangkatnya
“Halo cakka” suara ozy tiba2 terhenti.Aku mendengar kabar cemas dari suaranya.”Aku punya berita sangat buruk untukmu”.Saat itu aku takut setengah mati.Firasatku mengatakan ini adalah berita sangaat2 buruk.
“aku dapat berita dari kak Marcel….” Suara ozy terhenti lagi. “semalam …….Rio meninggal”

“Innalilahi wa inna illaihi rajiun”Aku tak bisa berbicara apapun .tanganku dingin
Seperti ada sengatan listrik yang sangat bsar menyambar ku.

“kka kalau  mau menghadiri pemakamannya Rio aku akan menjemputmu pagi ini jam 9”Tanya ozy
“O …oo ke aku mau pergi denganmu”lalu percakapan berakhir ,aku masih berdiri mematung, tangan dan kakiku masih gemetaran. Masih tak percaya bahwa sahhabat kami telah pergi, sahabat terbaik kami.
Bahkan kemarin aku brpikir untuk memblikannya hadiah  ulang tahunnya minggu depan, dan kami akan memberikan surprise untuknya sebagai tanda minta maaf kami..
Tapi dia meninggal semalam.Tanpa memberikan kesempatan kepada kami bertemu dengannya untuk yang terahir kalinya.Lalu tiba2 jatuh air mataku…..aku menangis
Dan kami sangat berduka untuknya.

———————–

“Terimakasih telah datang Alvin, cakka,ozy dan deva, dan untuk belasungkawa kalian”kata mama rio.
“iya tante, kita ikut berduka atas meningalnya Rio,semoga Rio diterima di sisi Tuhan.”
Kata Alvin.
“sebelum Rio meninggal ia sempat menitipkan ini kepada tante,dia bilang agar menyerahkan ini kepada kalian”kata mama rio sambil membawa sesuatu.
Tepatnya sangkar burung.
Kami pun meerimanya, di salam sangkar itu ada seekor burung merpati putih, bulunya indah sekali, dan di sela2 sangkar itu ada sepucuk surat
Kami membacanya

Untuk sahabat-sahabatku

Tolong rawat Richieta ini dengan baik, setelah aku tak ada
aku tau kalian adalah sahabat terbaikku, dan maaf aku tidak memberi tahu tentang penyakitku karena aku tak mau membuat kalian cemas.
Maaf aku telah mengecewakan kalian

Rio

Ya kami tau kalau Riechieta adalah burung merpati kesayangan Rio. Kami menemukannya sewaktu pulang sekolah. Waktu itu dari atas tiba2 ada merpati jatuh ke tanah, sayapnya terluka parah, akhirnya Rio membawanya pulang ke Rumah dan memeliharanya sampai sekarang. Dan Rio memberi nama merpati kesayangannya itu Riechita.
Memag aneh terkadang kami sering melihat Rio sedang berbicara dengan Rhiechita.
Tapi mungkin itu wajar karena diantara kami ia yg paling pendiam. Setelah berpamitan kepada keluarga Rio kami pun beranjak pulang.
Mobil Honda jazz warna putih kukemudikan. Alvin di sebelahku sementara ozy dan deva duduk di belakang.
Mereka smua tapak diam, tak ada yg berbicara apapun, padahal biasanya mereka itu sangat Criwis dan gak ada hentinya melakukan kekonyolan2 seperti biasanya.

“Jadi siapa yng akan merawat merpati ini?” kataku memulai pembicaraan.
“aku gak mungkin pelihara Riechita, dirumah karena kakakku alergi sama burung”
Jelas Alvin.
“Kalo kamu dev?” tanyaku pada deva
“hah?” deva tersadar dari lamunanya
“kamu bilang apa? Tanya deva
“ mau gak kamu pelihara Rhiechita?”tanyaku lagi sabil menyetir
“gimana biar adil kita meliharanya gantian aja?” usul ozy
“oke kalo gitu aku setuju”kata deva menyanggupi.
“aku juga setuju” kataku akhirnya

Giliran pertama yg memelihara rhiechita adalah aku.
Sangkar da rhiechita aku gantung di teras rumahku.
Ya pagi ini aku memberi makan Rhiechita tapi mendadak aku terkejut melihat sangkar rhichita terbuka.Aku yakin tadi telah menutupnya.Kemana merpati itu pergi. Aku panik lalu melihat ke langit tapi tak ada  apapun au mencari-nya di sudut halaman rumahku tapi tak ada jugaa….
Aku sangat panik lalu memanggil ketiga sahabatku

“Haaah? Kenapa bisa hilang? Kamu gimana sih kka? Ngejagain merpati aja gak becus? Kamu tau itu wasiat dari almarhum Rio!” kata Alvin engan nada tinggi
“iya aku juga gak tau padahal tadi aku yakin sangkarnya terkunci rapat, dan saat aku balik riechita udah gak ada! Kamu jangan nyalahin aku kayak gitu donk! Coba kamu aja apa bisa pelihara Riechita  gak kan?!” kataku kesal ,
“udah2 kenapa jadi rebut gini siih! Diem 1” deva melerai.
“mending sekarang kita cari aja Rhiechita di skitar koplek ini dulu, mungkin hinggap di suatu tempat” lanjut ozy.

Akhirnya kami berempat berpecar mencari Riechita di sekitar komplek rumahku.
Di jalan aku beremu lintar,
“Lintar aku mu Tanya apa kamu liat burung mrpati warna putih bersih di sekitar komplek ini?” tanyaku padanya
“Merpati? Enggak tuh, emangnya kamu pelihara merpati?” Tanya lintar heran
“iya itu punya temenku , tapi sekarang ilang gatau kmana, yawdah makasih ya” kataku kemudian “ooh iyaaa cakk” jawab lintar
Kemudian aku melanjutkan pencariaku.
Setelah beberapa jam mencari dan aku tak meneukannya aku emutuskan untuk pulang, rasa capek , lelah pun mendera.
Deva,Alvin, dan Ozy juga tampak lelah sekali. Keringat mereka bercucuran mengingat waktu itu matahari sedang teriknya.
“gila tuh burung larinya cepet amat ya,aku capek banget nyarinya juga” keluh deva
“jadi gimana donk kta ngomong ke mamanya io kalau Rhiecita hilang?”Tanya ozy cemas
“jangandulu, kita cari rhiechita aja dulu, kalau hari ketiga gak ketemu baru kita ngomong ke mamanya Io”Alvin menyarankan
“lagian gak enak juga masa ngilangi wasiat dari io,, aku juga takut kelarganya io bakalan marah ke kita”aku menambahkan
==============================================

Setelah mnunggu 3 hari, rhiechita belum juga bisa kami temukan, entah dimana keberadaannya kami tak tau. Dan akhirnya kami memberi tau keluarga Rio kalau Rhiechita hilang, kami menyangka kalau mereka akan memarahi kami tapi ternyata mereka malah berterima kasih pada kami karena sudah mau merawat Rhiechita.
Kalau hiechita hilang itu juga bukan salah kami, tapi memang merpati itu agak sedikit
Yaaah merinding ngomongnya.

Hari itu sepulang sekolah kami memutuskan untuk mengunjungi makam Rio, sudah lama kami tidak mngunjung makamnya…..Tak lupa kami membeli bunga unuk maburi makamnya. Karena kami lupa letak makam io kamipun meminyta bantuanpenjaga makam untuk mengantarkan kami ke makamnya.
“Ini makam yang aden2 ini maksud?” kata pak penjaga makm sambil menunjukan makam rio.
“haaaaaaaah??iiii iii itu kan……..” mata alvn terbelalak kaget seperti melihat.. ses…ss
“iiiiiii iiiituuu????” ozy pun ikt kaget
“kalian liat apa sih ?” deva heran
“iiitu liat addaa (sambil menunjukan ssuatu)”
“RIECHITA!!!!!” kata kami sangaat kaget
Riechita sedang hinggap di batu nisan makam rio
“astaga ? Kok bisa sampe snii?”Alvin tak prcaya
“kita aja gak inget letak makamnya rio apalagi seekor merpati?”aku juga kaget
“ iya den memang sejak beberapa hari yang lalu merpati itu selalu ada di atas makam itu
Saya juga gak tau dari mana asalnya” pak penjaga makam menelaskan
Yaampun gatau kenapa kepalaku mendadak pusing dan semuanya jadi gelap.
Apa yang terjadi? Ya Tuhaan ? lalu samar2aku mendengar suara memanggilku
CAKKKKAAAAAAAAAA BANGUUUUUUUUUN!!!!!!!!
JANGAN MOLOR MULUUU!!!

HAAAAH?aku kaget setengah mat I melihat RIO! Disitu juga ada Alvin, deva dan Ozy,
“ini dimana? Di surga ya?”tanyaku bego
hahahahahahahhahahahaa mereka semua ketawa
“ ini di kelaas! kebiasaan deh tidur waktu pelajaran! jadi gila kan!”
kata rio
“Rio?” tanpa bayak cingcong gue meluk Rio
“ihhh apa2an sih lo cakk! Sakit lo ya? Masa bangun2 langsung peluk gue ih najis emang gue cowo apaaan” kata rio sok jual mahal
“lo masih idup yo?”tanyaku
“gak gue bangkit dari kuubur,,, udah ke kantin yook! laper gue” rio comel
“ iyee2 bawell”

Eeh ehh tunggu dulu itu kan?
RIECHITA?????  Tanda Tanya besar di kepalaku
Gue gatau apa yang terjadi sebenernya tapi gue bersyukur banget ni ssemua Cuma mimpi. THANKS GOD!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s